Jenis burung bangau dikenal sebagai salah satu burung air paling anggun di dunia. Dengan tubuh besar, kaki panjang menjulang, serta leher ramping nan lentur, hewan ini sering tampak berdiri tenang di tepi danau, rawa, maupun hamparan sawah.Ā
Di Indonesia, ada beragam spesies yang menjadi ikon satwa air tropis, namun sayangnya sebagian kini menghadapi ancaman kepunahan dan telah masuk daftar hewan yang dilindungi.
Artikel ini akan membahas berbagai jenis, ciri khas, habitat, hingga peran penting burung ini dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Indonesia dan dunia.
Ciri Khas Burung Bangau


Secara ilmiah, kelompok unggas ini termasuk ke dalam famili Ciconiidae dan berada di bawah ordo Ciconiiformes. Posturnya tergolong besar dengan paruh kuat dan panjang, sayap lebar, serta kaki tinggi yang memudahkannya melangkah di area perairan dangkal.Ā
Tidak seperti kebanyakan burung lain, mereka tidak memiliki organ suara (syrinx), sehingga cara berkomunikasinya unik, dengan mengetukkan paruh hingga menghasilkan suara āclatteringā khas. Ini terutama saat bangau berinteraksi dengan pasangannya.
Dalam hal makanan, bangau tergolong pemangsa oportunis. Mereka menyantap katak, ikan kecil, cacing, hingga hewan pengerat yang hidup di tepian air.
Habitat favoritnya antara lain rawa, sungai, pantai berlumpur, dan lahan basah terbuka. Sekilas mirip dengan kuntul, namun bangau sejati memiliki tubuh lebih besar, paruh lebih kokoh, dan gaya berburu yang lebih tenang serta sabar.
Jenis-Jenis Burung Bangau yang Terkenal


Beberapa spesies di bawah ini menjadi perwakilan paling populer dari keluarga Ciconiidae, baik yang hidup di Indonesia maupun di wilayah tropis Asia lainnya.
1. Bangau Bluwok (Mycteria cinerea)


Bangau Bluwok atau Wilwo merupakan penghuni tetap daerah pesisir, rawa, dan sawah berlumpur di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Warna bangau ini didominasi putih bersih dengan sayap hitam dan wajah bersemu merah muda, sedangkan kakinya yang jenjang tampak kemerahan.Ā
Meskipun tidak banyak bersuara, mereka sering terlihat berkelompok saat mencari makan di perairan dangkal. Sayangnya, populasi burung ini terus menurun akibat kerusakan habitat alami.
2. Bangau Putih (Ciconia ciconia)


Sering disebut White Stork, burung besar ini dikenal sebagai simbol keberuntungan di berbagai kebudayaan Eropa. Tubuhnya berwarna putih bersih dengan sayap hitam di ujung, memiliki paruh dan kaki merah cerah, serta bentangan sayap yang bisa mencapai dua meter.Ā
Hewan migran ini sangat setia pada pasangannya dan sering kembali ke sarang yang sama setiap tahun. Meski jarang dijumpai di Indonesia, spesies ini menjadi ikon burung air dunia.
3. Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus)


Bangau Tongtong, juga dikenal sebagai Jenggot Solah, merupakan satwa endemik yang tersebar dari India Timur hingga Pulau Jawa. Ciri khasnya mudah dikenali: kepala botak, paruh besar berwarna pucat, dan leher berjanggut putih menyerupai kapas.Ā
Burung ini kerap mencari makan di padang rumput dan rawa, memangsa ikan, reptil kecil, serta serangga besar. Karena jumlahnya semakin sedikit, bangau tongtong kini masuk kategori satwa dilindungi di Indonesia.
4. Bangau Hitam (Ciconia episcopus)


Sering dijuluki Ndao atau Bangau Sandang-Lawe, spesies ini menampilkan perpaduan bulu hitam mengilap dengan leher putih yang kontras. Paruhnya berwarna abu kehitaman dengan ujung merah, sementara kaki merah buram menambah kesan gagah.Ā
Hewan ini biasanya menghuni kawasan rawa dan hutan tropis lembap. Meski populasinya belum kritis, penggundulan hutan menjadi ancaman serius bagi kelangsungannya.
5. Bangau Hutan Rawa (Ciconia stormi)


Dikenal juga sebagai Bangau Storm, spesies langka ini hanya ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Jumlahnya sangat sedikit, diperkirakan tidak lebih dari 500 ekor di alam liar. Tubuhnya berwarna kombinasi hitam dan putih, dengan paruh merah melengkung ke atas serta kulit wajah berwarna merah jambu.Ā
Mereka menyukai hutan rawa yang tenang dan terpencil, sehingga sulit dijumpai. Karena statusnya kritis, Ciconia stormi menjadi jenis burung bangau yang dilindungi dan menjadi fokus utama konservasi burung air Indonesia.
6. Asian Openbill (Anastomus oscitans)


Jenis satu ini dikenal unik karena bentuk paruhnya tidak menutup sempurna, meninggalkan celah kecil yang membantu mereka memangsa keong sawah. Tubuhnya berwarna abu keputihan dengan sayap hitam mengilap.
Populasinya tersebar di Asia Selatan hingga Asia Tenggara, termasuk sebagian wilayah Indonesia bagian barat.
7. Painted Stork (Mycteria leucocephala)


Sesuai namanya, spesies ini tampil mencolok dengan kombinasi bulu putih, pink, dan hitam. Bagian wajah berwarna oranye kemerahan, sementara paruh besar melengkung menjadi ciri utamanya. Mereka gemar hidup berkoloni di pohon-pohon dekat air, menciptakan pemandangan spektakuler saat musim kawin.
8. Marabou Stork (Leptoptilos crumeniferus)


Berasal Afrika, burung raksasa ini dikenal dengan kantung besar berwarna merah muda di lehernya. Bentangan sayapnya bisa mencapai tiga meter, menjadikannya salah satu bangau terbesar di dunia.
Selain tampak eksotis, perannya penting sebagai āpembersih alamā karena sering memakan bangkai hewan dan menjaga kebersihan ekosistem.
9. Black-necked Stork (Ephippiorhynchus asiaticus)


Spesies berleher hitam ini memiliki kilau biru metalik di bagian leher dan kepala, berpadu dengan bulu putih-hitam di tubuhnya. Paruhnya besar dan gelap, sementara kakinya berwarna merah terang.Ā
Penyebarannya meliputi India, Asia Tenggara, hingga Australia bagian utara. Hewan ini dikenal tangguh dan mandiri, sering terlihat berburu sendirian di perairan dangkal.
10. Greater Adjutant (Leptoptilos dubius)


Spesies berleher hitam ini memiliki kilau biru metalik di bagian leher dan kepala, berpadu dengan bulu putih-hitam di tubuhnya. Paruhnya besar dan gelap, sementara kakinya berwarna merah terang.Ā
Penyebarannya meliputi India, Asia Tenggara, hingga Australia bagian utara. Hewan ini dikenal tangguh dan mandiri, sering terlihat berburu sendirian di perairan dangkal.
Fakta Menarik tentang Bangau


Berikut ini beberapa fakta menarik tentang burung bangau:
- Sebagian besar spesies tidak dapat mengeluarkan suara, melainkan berkomunikasi dengan ketukan paruh.
- Beberapa jenis bermigrasi ribuan kilometer setiap tahun untuk mencari tempat bersarang baru.
- Pasangan bangau terkenal setia seumur hidup dan selalu kembali ke sarang yang sama.
- Telurnya berwarna putih dan dierami bergantian oleh jantan dan betina.
- Umur rata-rata bisa mencapai 30 tahun lebih di habitat alaminya.
Jenis Burung Bangau di Indonesia


Beberapa jenis yang masih bisa dijumpai di Nusantara antara lain:
- Bangau Bluwok (Mycteria cinerea) ā tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
- Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) ā banyak ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
- Bangau Hutan Rawa (Ciconia stormi) ā endemik Sumatra dan Kalimantan, berstatus kritis.
- Bangau Hitam (Ciconia episcopus) ā menghuni rawa dan lahan basah di Kalimantan.
Sayangnya, keempat spesies ini menghadapi ancaman serius seperti hilangnya habitat, pencemaran air, serta perburuan liar. Karena itu, upaya konservasi seperti penangkaran, edukasi publik, dan perlindungan ekosistem lahan basah menjadi hal yang sangat penting dilakukan.
Bangau adalah burung air yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus menjadi simbol keindahan alam tropis.
Dari Bangau Putih yang elegan hingga Bangau Tongtong yang eksotis, masing-masing membawa peran penting dalam menjaga rantai kehidupan. Melestarikan mereka berarti menyelamatkan lahan basah dan kehidupan di dalamnya.
Kalau kamu ingin melihat berbagai jenis burung bangau dari dekat, kunjungi Bali Bird Park. Sambil belajar tentang konservasi, kamu dapat menikmati suasana taman tropis yang dipenuhi burung eksotis. Cocok untuk keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat keindahan dunia satwa liar Indonesia.










