Bukan rahasia umum lagi bila Indonesia terkenal akan kekayaan faunanya. Salah satu fauna Indonesia yang khas dan jarang kamu temukan di negara lain adalah burung. Sebagai negara megabiodiversitas, ada banyak burung endemik Indonesia yang langka dan hanya bisa kamu temukan di beberapa pulau spesifik di tanah air.
Sayangnya spesies burung ini semakin langka, bahkan terancam mengalami kepunahan karena populasinya yang terus menyusut. Alasannya, karena semakin banyak habitat aslinya yang berubah menjadi lahan tempat tinggal.Ā
Hal ini semakin diperburuk dengan perburuan liar dan predator yang mengurangi jumlahnya di alam liar. Untuk itulah penting untuk melestarikan burung tersebut agar terjaga keseimbangan ekosistem dan populasinya. Jadi, yuk, kenali apa saja daftar burung endemik Indonesia yang wajib kita jaga!
Apa Itu Burung Endemik?


Istilah endemik mungkin terasa asing bagi beberapa orang. Sebenarnya, makna dari burung endemik adalah burung yang hanya ada di wilayah tersebut. Misalnya saja burung endemik berasal dari Bali seperti Jalak Bali, hanya bisa kamu temukan di Pulau Bali saja.
Banyaknya burung endemik Indonesia adalah karena wilayahnya tergolong Wallacea. Kawasan ini merupakan biogeografi unik sebab memisahkan wilayah Asia dan Australia.Ā
Selain itu, Indonesia masuk sebagai negara tropis dengan pulau besar dan kecil yang menciptakan habitat berbeda. Inilah yang menyebabkan adanya diversifikasi burung di setiap areanya. Adanya isolasi geografi menciptakan sumbangsih evolusi yang meningkatkan endemik di Indonesia.
Daftar Burung Endemik Indonesia yang Wajib Diketahui
Sebagai rumah untuk ratusan ribu jenis burung, ada beberapa burung endemik yang terbilang unik dan langka. Kamu bisa menemukannya dalam list yang ada di bawah ini!
1. Burung Jalak Bali


Menurut IUCN, burung Jalak Bali sudah masuk dalam status konservasi kritis atau mendekati kepunahan. Asalnya memang dari pulau Bali yang biasa tinggal di hutan dataran rendah atau mangrove sekitar Buleleng, Bunanan, Nusa Penida dan Gilimanuk.Ā
Keunikan dari burung yang memiliki nama ilmiah Leucopsar Rothschildi ini adalah warna bulunya yang putih bersih dengan bagian mata bercorak warna biru yang kontras. Ukuran burung yang jadi ikon fauna Pulau Bali ini relatif kecil. Burung dewasa hanya berbobot 107 gram, dengan panjang 21-25 cm.
2. Cendrawasih Raggiana


Burung endemik Papua ini memiliki nama ilmiah Paradisaea raggiana dan mendapatkan julukan sebagai burung dari surga. Saat musim kawin, burung Cendrawasih Raggiana jantan suka menari dengan bulu jingganya untuk menarik pasangannya.
Panjangnya sekitar 34 cm namun burung ini memiliki lebih dari dua warna pada tubuhnya. Bagian paruh terlihat biru keabu-abuan yang senada dengan kaki dan iris mata berwarna kuning. Namun burung betina memiliki bulu berwarna cokelat marun.
Status konservasinya tergolong stabil dan bisa kamu temukan di perbukitan Papua Nugini sebelah timur laut dan selatan dengan ketinggian <1550 mdpl.
3. Merak Hijau


Burung endemik Jawa yang tak kalah eksotis adalah Merak Hijau atau Pavo muticus. Merak hijau jantan memiliki perilaku unik saat musim kawin, yakni membentangkan bulunya yang berwarna hijau mengilap hingga seukuran kipas raksasa. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian betina.
Bulu ekornya ini bisa mencapai hingga 150 cm dan mereka juga memiliki kicauan menyerupai suara peluit. Ia sering dijumpai pada savana, hutan jati bahkan tepian sawah dan populasi terbesarnya kini ada di Taman Nasional Baluran.Ā
4. Delimukan Sulawesi


Gallicolumba tristigmata adalah nama ilmiah untuk burung endemik Sulawesi ini. Ciri burung ini adalah memiliki panjang 35 cm dan warna bulu kecokelatan dan bercak kuning ungu yang bisa kamu lihat di area kepala.
Burung ini tinggal di kawasan hutan hujan tropis di Sulawesi dan suka mengonsumsi benih buah. Pesebarannya cukup luas dan memiliki status konservasi rendah. Namun Delimukan Sulawesi tergolong sensitif sehingga mendapat julukan burung pemalu.
5. Tiong Emas


Tiong Emas lebih umum disebut dengan Beo Nias atau nama ilmiahnya gracula robusta. Burung ini mudah kamu kenali dari bulu kuning cerahnya di sekitar area mata serta paruh dengan warna orange yang kontras dengan kakinya yang kuning.
Dalam keluarga beo, burung yang tinggal di hutan Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitar Sumatera ini merupakan jenis burung terbesar. Panjang burung ini dapat mencapai 30-36 cm dengan bobot sebesar 400 gram.
6. Maleo


Maleo Senkawor atau Macrocephalon maleo merupakan kebanggaan burung dari Sulawesi dan Pulau Buton. Burung ini tinggal di kawasan pesisir pantai karena memiliki perilaku menguburkan telurnya dalam pasir pantai.Ā
Panas matahari yang meresap ke pasir akan membantu proses inkubasi peranakannya. Telur burung ini sendiri bisa 5-6 kali lipat dari telur ayam dan sering menjadi bahan konsumsi.
Inilah yang membuat burung dengan ciri berbulu hitam di sekujur punggung dengan corak berwarna orange di sekitar area mata ini semakin langka jumlahnya.
7. Sikatan Aceh


Seperti namanya, Sikatan Aceh adalah endemik dari Aceh yang masih kerabat dari Sikatan Hainan dari Tiongkok Selatan. Keunikannya terletak dari buluya yang kebiru-biruan, dengan panjang 17 cm.
Habitatnya ada di hutan-hutan dataran rendah dengan status konservasi kritis. Burung dengan nama ilmiah Cyornis ruckii pertama kali ditemukan pada 1917-1918 yang kini semakin jarang terlihat.
8. Kakatua Maluku


Wajahnya yang terkadang seram membuatnya mendapatkan julukan kakatua seram dengan nama ilmiah Cacatua moluccensis. Bulunya tak sepenuhnya putih karena ada semburat pink dan orange dengan jambul tegak.
Jenis burung ini sering jadi objek perburuan karena suaranya yang nyaring. Selain itu, ia pandai dalam meniru suara lain. Burung endemik ini tinggal di hutan yang ada di Maluku Selatan seperti Haruku, Ambon, dan Saparua.
9. Pelanduk Kalimantan


Burung endemik Kalimantan ini memiliki nama latin Malacocincla Perspicillata. Burung ini pernah dianggap telah punah pada 1848. Kemudian, pada tahun 2020 silam, masyarakat lokal di kawasan Pegunungan Meratus berhasil menemukan dan mendokumentasikannya.
Paruhnya yang berwarna cokelat merah dan garis mata hitam pekat menjadi ciri khas burung ini. Panjangnya hanya 16 cm dan suka tinggal di hutan-hutan lembap di Kalimantan.
Lihat Burung Endemik Indonesia Lebih Dekat di Bali Bird Park


Ada banyak burung di Indonesia yang dilindungi tidak hanya skala nasional namun juga secara internasional. Burung dengan status konservasi kritis menurut IUCN umumnya akan dilarang untuk diperdagangkan secara internasional.Ā
Kini untuk melihat ragam burung langka ini, kamu bisa datang ke Bali Bird Park yang ada di Gianyar, Bali. Koleksi burung endemik dari tanah air di sini tergolong lengkap, bahkan menjadi salah satu masuk dalam paket wisata Bali.
Harga tiket Bali Bird Park sangat terjangkau khususnya bagi turis lokal. Kamu bisa melakukan pembelian tiket online dan menyediakan beragam metode pembayaran seperti QRIS, transfer bank hingga e-wallet.
Bergabung dalam Program Fighting Extinction


Bali Bird Park review positif karena selain koleksi burung endemiknya yang lengkap juga memiliki program Fighting Extinction. Dengan mengikuti program khusus ini, kamu sudah turut berkontribusi dalam menyediakan habitat dan meningkatkan pengembiakan satwa langka.
Dengan bergabung menjadi member Fighting Extinction, kamu pun secara tidak langsung meningkatkan proteksi dan kelestarian burung endemik Indonesia. Sebagai member kamu akan bisa mendapatkan informasi terbaru seputar satwa endemik tanah air dan perkembangannya secara up to date. Yuk, daftar sekarang!










