Bali tidak hanya memiliki ragam wisata pantai yang memesona, tapi juga fauna khas yang sulit kamu temukan di tempat lain. Salah satu fauna khas di sini adalah Burung Kepodang Bali yang terkenal sebagai burung pesolek atau gemar menjaga penampilannya.
Sebenarnya jenis Burung Kepodang dan harganya beragam karena bukan termasuk hewan yang dilindungi namun tetap memiliki izin untuk peredarannya. Namun dari sekian jenis Kepodang, Kurung Kepodang Bali atau Kepodang Emas ini memiliki keunikan tersendiri, khususnya dari warna bulunya yang lebih cerah dari lainnya.
Taksonomi Burung Kepodang Bali


Meski tidak terancam punah, harga Kepodang Bali tetap tinggi karena hanya bisa kamu temukan di Pulau Bali. Semua jenis Kepodang memiliki taksonomi yang sama, namun memiliki perbedaan dari perawakan dan asal-usulnya saja.
Nama ilmiah Kepodang sendiri adalah Oriolus Chinensis yang merujuk pada bahasa Perancis kuno yakni Oriole bermakna emas. Namanya adalah pemberian dari Carl Linnaeus yakni penemu sistem taksonomi.Ā
Burung ini sudah ada sejak lama sehingga tidak ada penemu tunggal atas Kepodang namun jelasnya mendapatkan nama binomial sejak 1766.Ā
Untuk mengetahui lebih lengkap terkait taksonomi burung ini bisa cek tabel berikut:
| Rincian Taksonomi | Klasifikasi Ilmiah |
| Golongan Kerajaan | Animalia |
| Kelas | Aves (Burung) |
| Phylum | Chordata |
| Keluarga | Oriolidae |
| Order | Passeriformes (Burung Perayu)Ā |
| Spesies | O. chinensis |
| Jenis | Oriolus Chinensis |
Untuk mengetahui jenis Kepodang Bali dengan tipe lainnya, kamu bisa melihat dari warna bulunya. Jenis yang paling mendekati adalah Kepodang Jawa namun perbedaan Kepodang Bali dan Jawa adalah dari warna bulunya yang hitam.
Burung Kepodang Jawa mempunyai warna bulu hitam di kepala dan punggung, sementara warna hitam pada burung ikon Pulau Bali ini ada pada kepala dan ekornya. Garis hitam pada Kepodang Bali juga lebih tebal daripada Kepodang Jawa.
Ciri-Ciri Burung Kepodang Bali


Kenali lebih jauh Kepodang Bali dari fisiknya, yang meliputi warna, ukuran tubuh dan ciri khas dari paruhnya.Ā
Warna dan Bentuk Tubuh
Warna tubuh Kepodang Bali dominan dengan emas, dengan bulu berwarna hitam di bagian kepalanya. Ukuran tubuhnya relatif panjang karena rata-rata bisa mencapai 25 cm dan paruh runcing mencapai 3 cm.Ā
Uniknya lagi, bagian paruh melengkung ke bawah dan memiliki kaki dengan warna hitam. Untuk membedakan antara jantan dan betina, kamu bisa mengamati posturnya. Kepodang jantan lebih kecil daripada betina dan memiliki area bulu hitam yang lebih tipis.
Lalu, apa perbedaan Kepodang Emas dan Kepodang Jawa? Kepodang Bali mempunyai bulu dengan warna emas yang lebih memikat. Hal ini membuat banyak kolektor burung memburunya dan mengancam populasi fauna Bali ini di habitat aslinya.Ā
Suara Burung
Kepodang Bali Jantan suka sekali bersiul apalagi jika sudah menemukan pasangannya. Kicauannya tergolong keras dan mirip dengan suara seruling yang membuatnya semakin digemari. Tidak heran kalau kamu bisa dengan mudah menemukan komunitas burung dan kontes kicauan Kepodang Bali di mana-mana.
Karakteristik Sosial
Sebagai burung pesolek, burung ini gemar merawat diri dengan cara menjaga kebersihan bulu-bulunya. Kepodang Bali gemar menata sarangnya serapi mungkin dan sering beraktivitas bersama pasangannya. Burung ini juga suka terbang tinggi dari satu pohon ke pohon lainnya dan sesekali turun rendah untuk mengambil mangsanya.
Habitat Asli Burung Kepodang Bali


Kepodang Bali tinggal di area hutan mangrove, pantai, maupun hutan terbuka. Kebun dan persawahan juga menjadi habitatnya sebab ia gemar bertengger di pohon rindang dan dekat sumber makanan.
Kebutuhan habitat alaminya juga memerlukan hutan pantai berkanopi agar mudah berinteraksi dengan pasangannya ketika mencari makan. Mereka gemar hidup di hutan dengan vegetasi cempaka, durian, beringin dan albasia.
Sayangnya, saat ini semakin banyak deforestasi yang menggusur habitat aslinya. Bahkan kini perburuan liar semakin marak karena harga burung Kepodang cukup tinggi, yang berisiko menyusutkan jumlahnya di alam liar.
Makanan Favorit Burung Kepodang Bali


Saat berada di alam liar, Kepodang Bali suka mengonsumsi buah-buahan, khususnya yang memiliki rasa manis. Misalnya saja mangga, pisang dan pepaya serta menyukai nektar.Ā
Jika tinggal di penakaran, burung ini umumnya gemar makan serangga seperti ulat Hongkong dan jangkrik. Burung ini juga perlu memiliki asupan protein tinggi seperti pakan voer. Kalau ingin memeliharanya, sangkarnya harus sering kamu bersihkan agar burung makin nyaring kicauannya dan tidak mudah stres.
Fakta Menarik tentang Burung Kepodang Bali


Ada banyak fakta menarik Kepodang Bali yang perlu kamu ketahui, seperti:
1. Warna Cerahnya Akan Makin Mencolok di Usia 1,5 Tahun
Warna mencoloknya yang khas menjadi daya tarik dari Kepodang Bali dibandingkan jenis lainnya. Uniknya, warna bulunya yang keemasan semakin terang ketika bertumbuh dewasa. Sebelum berusia 1,5 tahun, warna bulu burung ini akan menggelap, lalu berubah menjadi kuning terang.
2. Mitos Lokal
Karena kecantikan bulunya ini, ada mitos yang berkembang di masyarakat lokal. Mitosnya adalah jika ada ibu hamil yang ingin anaknya terlahir cantik atau tampan, mereka perlu mengonsumsi daging burung ini. Tentu saja, ini sekadar mitos, ya.
3. Lambang Keberuntungan
Warna emas bulunya sering disimbolkan sebagai lambang kejayaan dan keberuntungan. Hal ini membuat Kepodang Bali dipelihara guna mencegah bala datang kepada pemiliknya.
4. Punya Sifat Perfeksionis
Dalam pembuatan sarang burungnya, Kepodang Bali memiliki sifat perfeksionis tinggi. Meskipun terbuat dari serabut, akar tanaman maupun daun kering , ia akan menyusunnya menyerupai mangkuk yang rapi.
5. Bisa Menirukan Suara Burung Lain
Keunikan lain dari burung ini adalah mampu menirukan suara burung lain. Kemampuan ini jarang yang memilikinya sehingga tidak heran bila banyak pecinta burung mengoleksinya.
6. Populasinya Makin Menurun
Walaupun status konservasi untuk Kepodang menurut IUCN 3.1 tergolong rendang namun jenis Kepodang Bali sudah semakin menipis. Oleh karena itu perlu adanya izin dan dokumen sah untuk memelihara sekaligus mengedarkannya.
Lihat Burung Kepodang Bali Lebih Dekat di Bali Bird Park


Untuk menyaksikan sendiri keelokan bulu dan nyaringnya kicauan burung ini, kamu bisa mengunjungi Bali Bird Park Gianyar. Tempat wisata Bali ini merupakan salah satu rekomendasi taman burung di Gianyar dengan koleksi fauna Bali cukup lengkap.
Kamu bisa menyaksikan langsung Kepodang Bali berkicau nyaring bersama pasangannya, melihat rapinya sarang yang mereka buat dan mengabadikan ikon burung Bali paling langka, seperti burung Jalak Bali.
Cukup pesan tiket masuknya secara online dengan klik link ini. Kamu bisa mengatur jumlah pengunjung dan tanggal kunjungan sesuai kebutuhan. Perjalanan wisata alam Bali semakin lengkap dengan berkeliling ke Bali Bird Park sebelum ke Monkey Forest Ubud.Ā
Dukungan untuk Fighting Extinction di Bali Bird Park


Demi menjaga eksistensi burung Kepodang Bali, adanya konservasi burung sangat penting. Area konservasi memberikan rasa aman bagi Kepodang Bali dari perburuan liar dan menjaga habitat aslinya.
Kamu bisa pula menjadi bagian penjaga kelestarian Kepodang Bali dengan bergabung sebagai member fighting extinction. Program ini mewujudkan habitat ideal bagi Kepodang Bali serta sebagai tempat edukasi dan inspirasi untuk generasi selanjutnya.
Bali Bird Park tidak hanya mengembalikan habitat asli burung Kepodang Bali saja. Konservasinya membantu pengembangbiakan agar populasi burung ini semakin meningkat dan menjadi tempat yang cocok untuk penelitian terkait satwa langka.










