Kalau kamu ingin dimanjakan oleh kicauan dan visual burung, maka menyaksikan secara langsung burung perkici adalah jawabannya. Burung ini bukan hanya cantik, tapi juga lincah, cerewet, dan punya peran penting sebagai penyerbuk alami di alam.
Tidak heran, banyak orang yang penasaran dengan salah satu spesies burung teraktif ini. Yuk, kita pelajari lebih detail tentang burung eksotis satu ini, mulai dari ciri khas, jenis, sampai kisah menarik tentang Atat Bali yang sempat dianggap punah.
Mengenal Burung Perkici


Secara ilmiah, burung perkici termasuk dalam keluarga Psittaculidae, alias keluarga besar burung paruh bengkok, seperti nuri dan kakatua.
Bedanya, perkici punya lidah unik berbentuk kuas (papila), yang berfungsi untuk menyedot nektar dan serbuk sari dari bunga. Inilah yang membuat burung perkici terkenal sebagai spesialis penghisap nektar.
Nah, beberapa ciri khas burung ini antara lain:
- Warnanya mencolok dan cerah: memadukan warna merah, biru, hijau, dan kuning, seolah-olah membawa pelangi di tubuhnya.
- Ukuran tubuh: rata-rata 25 cm 30 cm dengan berat sekitar 90 gram sampai 157 gram.
- Paruh yang bengkok: paruhnya bengkok, dengan warna oranye sampai merah terang, khas burung paruh sejenisnya.
- Perilaku yang unik: perkici termasuk burung yang super lincah, vokal, dan sering terlihat terbang dalam kelompok sambil berceloteh keras.
- Termasuk burung monomorfik: jantan dan betina hampir mustahil dibedakan hanya dari tampilan fisik, karena terbilang sangat identik.
- Kaki berbentuk zygodactyl: dua jarinya menghadap ke depan dan dua ke belakang, sehingga mempermudah mereka bergelantungan di dahan dan memanjat.
Habitat Alami Burung Perkici


Kamu bisa menemukan burung perkici di hutan tropis, pesisir, perkebunan, hingga taman kota. Mereka juga menyukai daerah yang banyak bunga, karena mereka menjadikan nektar sebagai sumber utama makanan.
Penyebaran burung perkici pun cukup luas, mulai dari Indonesia, Papua, Australia, hingga kepulauan kecil di Asia Pasifik. Jadi, tidak heran jika kamu akan menemukan banyak jenis burung ini.
Menariknya, burung ini juga sering mendatangi kebun atau pekarangan rumah saat mencari makanan. Jadi, kalau kamu tinggal di daerah tropis dengan banyak tanaman berbunga, jangan heran kalau suatu hari ada kawanan perkici yang mampir.
Pengelompokan Burung Perkici


Burung perkici yang termasuk dalam genus Trichoglossus ini punya banyak spesies yang menarik dan cantik. Bahkan, banyak di antaranya yang berasal dari Indonesia.
Beberapa spesies populernya adalah:
- Rainbow Lorikeet (Trichoglossus moluccanus): jenis paling terkenal karena kombinasi warna bulunya menyerupai lukisan dengan kombinasi cerah. Tidak heran kalau banyak orang memanggilnya perkici pelangi.
- Coconut Lorikeet (Trichoglossus haematodus): banyak ditemukan di Papua dan Queensland bagian utara, Australia.
- Scarlet-breasted Lorikeet (Trichoglossus forsteni mitchellii): dikenal juga sebagai perkici dada merah atau Atat Bali. Perkici jenis ini merupakan endemik Bali dan Lombok.Ā Ā
- Perkici Papua (Trichoglossus haematodus rosenbergii): perkici khas Indonesia timur, khususnya Papua.
- Purple-crowned Lorikeet (Glossopsitta porphyrocephala): jenis perkici yang punya mahkota ungu dan dada berwarna biru.
Meskipun terdiri dari beberapa spesies, ada satu kesamaan dari burung-burung ini, yaitu kegemaran mereka menghisap nektar, serbuk sari, dan buah-buahan manis.
Jadi, tidak heran kalau makanan burung perkici sangat berbeda dengan burung paruh bengkok lainnya yang biasanya suka biji-bijian. Belum lagi sistem pencernaannya memang lebih cocok untuk makanan cair atau lunak, sehingga nektar buah memang yang terbaik!
Mitchellās Lorikeet, Endemik Bali dan Lombok yang Pernah Dikira Punah


Dari berbagai spesies di atas, salah satu jenis perkici yang paling istimewa adalah perkici dada merah atau dikenal juga sebagai Mitchellās Lorikeet dan Atat Bali.
Burung ini punya penampilan menawan, karena kepala cokelat gelap, tengkuk kuning cerah, dada merah menyala, dan punggung hijau segar. Menariknya, saat terpapar sinar matahari, warna bulu burung ini akan semakin mencolok dan indah.
Burung ini hanya ditemukan di Bali dan Lombok, sehingga statusnya benar-benar endemik. Sayangnya, populasinya terus menurun akibat perburuan dan hilangnya habitat.
Bahkan, sempat ada masa di mana perkici dada merah dianggap punah di alam liar, lho. Jadi, dulu kita hanya bermimpi bisa menyaksikannya secara langsung.
Namun, sebuah penelitian di tahun 2019Ā lalu berhasil menemukan enam individu di kawasan Bedugul, Bali. Penemuan ini pun menjadi harapan baru bagi dunia konservasi.
Sejak itu, berbagai upaya dilakukan untuk menjaga keberadaan spesies langka ini, termasuk kerja sama antara Bali Bird Park dan Paradise Park di Inggris. Jadi, meskipun langka, setidaknya burung ini masih eksis!
Status Konservasi Burung Perkici


Meski cantik dan menggemaskan, burung perkici menghadapi banyak ancaman di alam liar, seperti:
- Hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan dan penebangan hutan.
- Perdagangan ilegal yang memburu perkici untuk dijual sebagai hewan peliharaan.
- Perburuan liar, terutama jenis-jenis langka seperti Atat Bali.
Menurut data IUCN, beberapa spesies perkici sudah masuk kategori terancam. Karena itu, upaya konservasi menjadi langkah penting untuk memastikan burung ini tetap bisa hidup di habitat aslinya.
Burung Perkici di Bali Bird Park


Berkat upaya pelestariannya oleh Bali Bird Park, sekarang kamu bisa menyaksikan berbagai jenis perkici di taman burung ini. Sebab, taman burung ini menampung lebih dari 1.300 burung dari 250 spesies, termasuk berbagai jenis perkici.
Nah, salah satu yang jadi sorotan tentu saja Atat Bali, burung perkici dada merah yang dulu sempat dianggap punah. Kini, berkat kerja sama dengan Paradise Park UK dan BKSDA Bali, ada sekitar 20 individu Atat Bali yang berhasil dipulangkan dan dirawat di sini.
Program ini termasuk bagian dari inisiatif Fighting Extinction, yaitu gerakan konservasi untuk menyelamatkan satwa langka. Burung-burung ini akhirnya menjalani proses karantina dan program pembiakan, sebelum nantinya dilepasliarkan kembali di habitat alami seperti kawasan hutan Batukaru, Bali.
Selain bisa melihat langsung, kamu juga bisa berinteraksi dengan perkici di aviary terbuka. Kamu bisa memberi makan burung dan berfoto bersama mereka, bahkan kamu juga berkesempatan mendengarkan celotehan suara burung perkici yang nyaring dari dekat.
Mengapa Harus Melihat Burung Perkici di Bali Bird Park?


Beberapa alasan yang membuatmu harus melihat burung ini di Bali Bird Park adalah:
- Edukasi konservasi sambil berwisata, karena kamu bisa belajar tentang pentingnya menjaga burung langka sekaligus bersenang-senang.
- Pengalaman langsung melihat perkici terbang bebas, memberi makan, hingga mendengar suara khas mereka.
- Cocok untuk semua kalangan, mulai dari keluarga, anak-anak, wisatawan, hingga pecinta burung.
Selain itu, taman ini juga menjadi rumah bagi banyak satwa lain yang dilindungi. Jadi sekali berkunjung, kamu bisa mendapat pengalaman lengkap tentang keanekaragaman hayati Indonesia.
Nah, berkat keistimewaan burung perkici, khususnya Atat Bali, maka sudah saatnya kamu bersiap menyaksikannya dari langsung. Untuk merasakan pengalaman serunya, silakan pesan tiket Bali Bird Park dari sekarang. Setelah itu, rasakan keseruan liburan yang unik di Bali!










